Senin, 03 Mei 2010

Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

A. Pengertian Sistem
Dalam menguraikan Sistem Informasi Manajemen, terkandung didalamnya pengertian sistem, subsistem, data, informasi dan manajemen. Seperti diuraikan oleh Gordon B. Davis (Malayu S.P Hasibuan, 1996: 256) dapat diterjemahkan sebagai berikut:
(1) Sistem adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsepsi-konsepsi yang saling bergantungan ataupun serangjaian unsur yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. (2) Sub sistem adalah bagian atau faktor/unsur dari sistem tersebut. (3) Data adalah bahan mentah bagi informasi, dirumuskan sebagai sumber informasi. Data-data disusun untuk mengolah tujuan-tujuan menjadi susunan data, susunan kearsipan dan pusat data atau landasan data. (4) informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau yang akan datang.
Sistem menurut Jogiyanto (2003:34) adalah ”Kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu”. Menurut Azhar Susanto (2004:18) bahwa “Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem / bagian / komponen ataupun phisik ataupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu”.
Memperhatikan definisi-definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sistem adalah jaringan prosedur pengelompokan data yang dilakukan oleh manusia mulai dari pengumpulan data (input) kemudian analisis data (proses) yang terdiri dari pengolahan, penyimpanan dan penghapusan data ataupun informasi sebagai hasil olahan, sampai akhirnya pengambilan data untuk penyebaran informasi (output). Kegiatan operasional ini dilaksanakan dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi, dengan maksud memberikan informasi kepada manajemen bila setiap waktu diperlukan dengan cepat dan akurat. Adapun karakteristik dari suatu sistem adalah :
1. Suatu sistem mempunyai komponen-komponen atau subsistem-subsistem
2. Suatu sistem mempunyai batas sistem
3. Suatu sistem mempunyai lingkaran luar
4. Suatu sistem mempunyai penghubung
5. Suatu sistem mempunyai tujuan
B. Pengertian Informasi
Pengertian informasi menurut Azhar Susanto (2004: 40) ”informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat”. Menurut Gordon B. Davis (1999: 28), ”Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang”. Zulkifli Amsyah (2005: 5) menyatakan ”informasi adalah data yang sudah diolah dengan cara tertentu sesuai dengan bentuk yang diperlukan”.
Mc Leod (2001: 145) berpendapast bahwa informasi dikatakan berkualitas jika data tersebut bersifat relevan, akurat, tepat pada waktunya dan lengkap.
1. Relevan artinya informasi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkan. Apabila kebutuhan informasi ini untuk suatu organisasi, maka informasi tersebut harus sesuai dengan kebutuhan informasi di berbagai tingkatan dan bagian yang ada dalam organisasi tersebut.
2. Akurat artinya informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Pengujian terhadap hal ini biasanya dilakukan melalui pengujian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang berbeda dan apabila hasil pengujian tersebut menghasilkan hasil yang sama data tersebut dianggap akurat.
3. Tepat waktu artinya informasi harus tersedia pada saat yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah sebelum situasi krisis menjadi tidak terkendali atau kesempatan menghilang. Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat karena informasi yang sudah usang tidak mempunyai nilai lagi.
4. Lengkap artinya bahwa informasi yang diperoleh menyajikan gambaran lengkap dari suatu permasalahan atau penyelesaian.
Komaruddin (2001: 30), mengemukakan bahwa suatu informasi itu dianggap berguna apabila informasi tersebut :
1. Relevan. Relevansi informasi dinilai dari : (a) Nilai prediktif (predictive value) agar dapat digunakan untuk meramalkan kinerja di waktu yang akan datang. (b) Nilai umpan balik (feedback value) agar dapat memberikan penilaian terhadap status kinerja berdasarkan standar. (c) Tepat waktu (timeliness) agar informasi itu tersedia pada saaat dibutuhkan
2. Dapat Diandalkan. Keterandalan (reliability) informasi terganrung pada : (a) Verifiabilitas (verifiability) agar kebenarannya dapat dibuktikan (b) Netralitas (neutrality) yang tinggi sehingga informasi itu obyektif, tidak bias, dan tidak berpihak. (c) Dapat dipercaya (faithfullness) karena dapat mengandalkan keadaan yang sebenarnya
3. Dapat Dibandingkan. Informasi itu signifikan (bermakna) dan bermutu untuk digunakan oleh para pembuat keputusan jika mempunyai daya untuk dibandingkan (comparable)
4. Seragam. Keseragaman (uniformity) dalam metode pencarian, penerimaan, penyimpanan, penganalisisan dan penyajian diperlukan agar informasi itu dapat dibandingkan
Gelinas (Azhar Susanto, 2004: 41) mengusulkan ciri-ciri informasi yang lebih detail yaitu efektivitas, efisiensi, confidensial, integritas, ketersediaan, kepatuhan dan kebenaran.
Nilai dari informasi ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan mendapatkannya.
C. Konsep Sistem Informasi
Proses yang berjalan dalam manajemen membutuhkan sistem informasi. Menurut Komaruddin (2001: 30), sistem informasi adalah seperangkat prosedur yang terorganisasi dalam sistematik yang jika dilaksanakan akan menyediakan informasi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan keputusan dan proses pengawasan. Whitten dan kawan-kawan (Azhar Susanto, 2004: 56) menyatakan bahwa :
Sistem informasi merupakan susunan dari orang-orang, kegiatan, data, jaringan (network), dan teknologi yang diintegrasikan sedemikian rupa dengan tujuan untuk mendukung dan memperbaiki operasi sehari-hari perusahaan serta untuk memenuhi kebutuhan informasi baik untuk pengambilan keputusan maupun pemecahan masalah para manajer.
Informasi yang dihasilkan oleh sistem meliputi sesuatu yang teraba atau tak teraba yang membantu agar dapat mengurangi peristiwa atau keadaan yang tidak pasti. Sistem Informasi yang berlangsung dalam suatu organisasi dapat disusun dan dilakukan dengan cara manual atau dengan bantuan sistem komputer. Metode manual, yang masih banyak digunakan oleh umumnya perusahaan atau organisasi kecil biasanya lebih mudah dioperasikan karena cukup diproses oleh manusia (dengan melakukan latihan yang relatif berjangka pendek) atau dengan bantuan penyusunan tabulasi yang relatif sangat sederhana. Sebaliknya, pemrosesan melalui bantuan komputer kerapkali berubah-ubah dan merupakan penerapan teknologi yang sulit dimengerti oleh pemakai jasa informasi.
Pada hakikatnya, sistem informasi adalah seperangkat manusia, data dan prosedur yang bekerjasama secara terkoordinatif. Tekanannya terletak pada konsep sistem yang memperlihatkan bahwa berbagai komponen yang terlibat di dalamnya secara fungsional dan kooperatif mencapai tujuan yang sama. Kegiatan fungsional dan kooperatif itu meliputi pelaksanaan bisnis setiap hari, komunikasi informasi, manajemen aktivitas dan pembuatan keputusan.
D. Proses Pengolahan Data dalam Sistem Informasi Manajemen
Pengolahan data merupakan suatu kegiatan pikiran dengan bantuan tangan atau suatu peralatan yang mengikuti serangkaian langkah-langkah perumusan atau pola tertentu untuk mengubah data, sehingga data tersebut baik dalam bentuk, susunan, sifat atau isinya menjadi lebih berguna. Pengolahan data senantiasa menjadi tugas yang kritis bagi sistem informasi sebuah organisasi, sehingga diperlukan suatu sistem pengolahan data yang mampu memberikan hasil informasi yang memiliki makna atau juga manfaat bagi organisasi itu sendiri.
Sebagaimana diungkapkan oleh Azhar Susanto (2000:37) sebagai berikut:
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari pengolahan tersebut bisa menjadi informasi, hasil pengolahan yang tidak memberikan makna atau arti serta tidak bermanfaat bukanlah merupakan merupakan organisasi bagi orang itu.
Pengolahan data dalam sistem informasi manajemen adalah pemrosesan data-data yang diperoleh dari sumber-sumber yang terpercaya untuk dihimpun dan ditransformasikan dengan proses kerja sistem informasi manajemen agar menjadi informasi yang lebih berarti yaitu yang memenuhi persyaratan kelengkapan, keandalan dan akurasi yang tinggi sehingga hasilnya dapat menjadi bahan rekomendasi untuk merekruk pegawai baru jika diperlukan.
Proses pengolahan data terdiri dari 4 langkah utama, yaitu:
1. Pengumpulan data. Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan, kegiatan pengumpulan data sesungguhnya bermula dari identifikasi kebutuhan informasi dalam lingkungan dan seluruh jajaran organisasi. Seperti kita ketahui data adalah bahan mentah yang akan diolah menjadi informasi, pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan cara pengamatan langsung, menggunakan pertanyaan, ataupun menggunakan metode khusus lainnya. Adapun sumber data yang dapat digarap dapat bersifat internal ataupun eksternal dalam artian bahwa pada sumber data internal, semua komponen organisasi dari berbagai satuan kerja dan bidang-bidang fungsional dapat menjadi sumber data. Sedangkan pada sumber data eksternal, dat ayang didapat harus merupakan cerminan situasi lingkungan yang dihadapi oleh perusahaan yang apda umumnya diperoleh dari pihak luar perusahaan.
2. Analisis atau Pengolahan data (data processing). Pengolahan atau analisis data merupakan langkah yang sangat penting dalam proses ini. Karena data hanya merupakan bahan mentah yang tidak mempunyai nilai intrinsik sebelum ditangani dan ditempatkan dalam hubungannya yang berarti kemudian diolah menjadi informasi yang siap pakai dan berguna bagi orang lain sebagai si penerima atau pengguna informasi. Seperti diketahui, pengolahan atau analisis data adalah manipulasi atau transformasi simbol-simbol seperti angka dan abjad untuk tujuan meningkatkan kegunaanya. Kegiatanya terdiri dari: Pengklarifikasian, Penyortiaran, Penghitungan Pengikhtisaran. Tiga hal penting yang perlu mendapat perhatian dalam analisis data, diantaranya adalah: Pertama: informasi harus memiliki ciri-ciri kelengkapan, keandalan, keakurasian dan dapat dipercaya. Kedua: para analis data harus mengetahui siapa yang akan menjadi pengguna dan untuk apa informasi itu digunakan. Ketiga: ada informasi yang diperlukan oleh pihak-pihak tertentu dalam organisasi sebagai bahan yang karena pertimbangan tertentu masih memerlukan pengolahan atau analisis lebih lanjut.
3. Penyimpanan data/informasi. Data yang terkumpul dan terolah menjadi informasi perlu disimpan dengan sebaik mungkin. Tujuan penyimpanan data adalah untuk menjaga, memelihara fisik arsip atau dokumen agar terlindung dari kemungkinan rusak, terbakar atau hilang dan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk pemecahan masalah dapat dengan segera ditemukan, karena pengalaman menunjukan bahwa tidak semua informasi yang dimiliki digunakan segera. Seperti dikemukakan Sondang P. Siagian (2006:121) dalam “Sistem Informasi Manajemen”, bahwa: Penyimpanan data/informasi penting karena memiliki empat pertimbangan utama, yaitu: keamanan, kerahasian, biaya penyimpanan dan akses terhadap informasi jika diperlukan.Keamanan informasi adalah menjaga agar informasi yang dirahasilkan terhindar dari berbagai kemungkinan kerusakan karena tempat penyimpanan yang tidak tepat ataupun kemungkinan dicuri oleh orang atau pihak yang tidak berhak memiliki informasi tersebut. Kerahasian informasi semua organisasi memiliki informasi yang dipandang bersifat rahasia sehingga segala upaya harus dilakukan yntuk menjamin bahwa informasi tersebut tidak jatuh ketangan orang atau pihak yang tidak berhak. Biaya penyimpanan informasi, mengenai pertimbangan ini faktor efisiensi harus diperhatikan mengingat perusahaan memiliki banyak informasi yang sengaja dikumpulkan untuk kepentingan organisasi di masa yang akan datang sehingga pemilihan teknologi akan tepat guna dalam rangka menghemat biaya penyimpanan dan apabila sudah tidak diperlukan lagi, baik data atau informasi sebaiknya ditindak dengan penghapusan, selain untuk menghemat tempat penyimpanan yang terpenting adalah untuk menjaga kerahasian dari data atau informasi tersebut.
4. Pengeluaran data. Pengeluaran data atau informasi di sini adalah memeindahkan dari bagian sistem informasi manajemen ke bagian yang memerlukan terutama para pembuat kebijakan, sebagai pemakai informasi atau dengan kata lain adalah penelusuran atau penyajian data untuk digunakan oleh setiap orang yang berhak dan perlu mengakses informasi dengan cara yang mudah dan dalam waktu yang singkat. Pentingnya penulusuran yang mudah dan pengambilan atau penyajian dari tempat penyimpanan dengan cepat terlihat dari dua hal, yaitu untuk disampaikan kepada para pengambil keputusan dan sebagai bahan bagi pihak-pihak lain dalam perusahaan untuk diproses lebih lanjut. Penting untuk menekanakan bahwa cara penyimpanan informasi haruslah berdasarkan suatu sistem yang dipahami oleh para petugas yang bertanggung jawab untuk itu, sehingga lancar tidaknya penelusuran tidak tergantung hanya pada seseorang. Dengan demikian informasi akan benar-benar mendukung proses manajerial yang efektif dan efisien. Pengeluaran data ini dapat berupa penyajian dalam bentuk laporan yang tampil di layar monitor ataupun laporan dalam bentuk print out, dengan pendekatan-pendekatan yang direncanakan dapat memberikan bantuan dalam rangka memudahkan kegiatan manajemen.
E. Pengertian Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian
Perusahaan besar biasanya memiliki suatu bidang atau divisi yang menangani banyak hal yang berkaitan dengan personil perusahaan, maka pada perusahaan milik negara khususnya Indonesia istilah sistem informasi sumber daya manusia dikenal dengan sebutan sistem informasi kepegawaian (SIMPEG). Sehingga dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri N0.17 tahun 2000 disebutkan bahwa:
Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) merupakan suatu totalitas terpadu yang terdiri dari perangkat pengolah meliputi pengumpul prosedur, tenaga pengolah dan perangkat lunak, perangkat penyimpanan meliputi pusat data dan bank data serta perangkat komunikasi yang saling berkaitan, saling ketergantungan dan saling menentukan dalam rangka penyediaan informasi di bidang kepegawaian.
Selanjutnya Henry Simamora (2001 :90) mengemukakan bahwa:
Sistem informasi manajemen kepegawaian adalah prosedur sistematik untuk mengumpulkan, menyimpan, memperthankan, menarik, dan memvalidasi data yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi tentang sumber daya manusia, aktivitas-aktivitas personalia, karekteristik-karakteristik unit-unit organisasi.
Kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya manusia yaitu Human Resources Information System (HRIS) sebagai pendukung manajemen sumber daya manusia. HRIS merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk memperoleh (acquire), menyimpan (store), memanipulasi (manipulate), menganalisis (analyze), mendapatkan kembali (retrieve) dan mendistribusikan (distribute) information yang berhubungan dengan sumber daya manusia untuk kepentingan organisasi.
Seperti dikemukakan oleh Raymond Mc Leod dan George Schell (2004:475) berikut ini :
Tiap perusahaan memiliki suatu sistem untuk mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data tersebut jadi informasi dan melaporkan informasi itu kepada pemakai. Sistem ini dinamakan sistem informasi sumber daya manusia (Human Resouces Management System), atau HRIS.
Human Resources Information System (HRIS) ini dalam bahasa Indonesia adalah sistem informasi sumber daya manusia (SISDM) atau lebih dikenal dengan istilah sistem informasi manajemen kepegawaian (SIMPEG) sistem informasi manajemen kepegawaian (SIMPEG) yaitu berkenaan merancang format-format data kepegawaian dan mengatur sistem pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelaporan informasi kepegawaian yang terdiri dari: Data Pegawai, Data Jabatan, Data Pendidikan, Data Keluarga dan lain-lain sehingga dapat dikelola informasi tentang kinerja pegawai, perencanaan kebutuhan pegawai, pembinaan dan pengembangan karirnya, kesejahteraan, serta pemberhentian atau pemensiunannya.
Pengertian sistem infromasi manajemen kepegawaian menurut Susanto (2004:249) ”merupakan sistem informasi untuk mendukung kegiatan-kegiatan manajer di fungsi sumber daya manusia”.
Selanjutnya Azhar Susanto (2004:177) menyatakan bahwa:
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan sumber daya yang terlibat dalam pembuatan sistem informasi, pengumpulan dan pengolahan data, pendistribusian dan pemanfaatan informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi tersebut.
Hal ini senada dengan pendapat Jucius (Hasibuan, 2005:11-12)
Manajemen Peronalia adalah lapangan manajemen yang bertalian dengan perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian bermacam-macam fungsi pengadaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pemanfaatan tenaga kerja sedemikian rupa, sehingga :
1. Tujuan untuk apa perkumpulan didirikan dan dicapai secara efisien dan efektif
2. Tujuan semua pegawai dilayani sampai tingkat yang optimal
3. Tujuan masyarakat diperhatikan dan dilayani dengan baik
Efektif atau tidaknya penyelenggaraan berbagai fungsi yang menjadi tanggung jawab manajemen sumber daya manusia sangat tergantung pada adanya sistem informasi manajemen kepegawaian (SIMPEG) yang andal dan terpelihara dengan cermat sehingga mencerminkan akurasi dan kelengkapannya.
Bertitik tolak pada pendapat di atas dapat penulis simpulkan sistem informasi manajemen kepegawaian adalah suatu sistem yang mampu mengolah data kepegawaian menjadi informasi bermutu yang dapat menunjang kelancaran administrasi kepegawaian atau mengoptimalisasikan administrasi kepegawaian untuk membantu terwujudnya tujuan organisasi.
F. Tujuan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG)
Secara umum Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian dibangun dengan tujuan untuk mewujudkan suatu Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian yang terintegrasi dalam suatu jaringan komputer, yang mampu menghasilkan informasi yang bermutu untuk membantu terwujudnya efektivitas organisasi. Sedangkan secara khusus Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian bertujuan untuk :
1. Menghasilkan informasi tentang data pegawai untuk membantu pimpinan dalam merencanakan penyebaran pegawai, dan merencanakan pelatihan pegawai di masa yang akan datang.
2. Membantu kelancaran administrasi dan manajemen kepegawaian agar pegawai mendapat hak serta melaksanakan kewajibannya dengan baik.
3. Memudahkan pekerjaan di bidang kepegawaian dalam membuat laporan.
G. Sasaran Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG)
Sasaran pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian adalah:
1. Terciptanya pelaksanaan tugas yang lebih efektif dan efisien.
2. Terwujudnya tertib administrasi dan tertib pengarsipan guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas administrasi kepegawaian.
3. Terbinanya tenaga-tenaga yang terampil dalam memanfaatkan teknologi informasi mutakhir dalam melaksanakan tugas-tugas administrasi kepegawaian.
H. Manfaat Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG)
Pelaksanaan kegiatan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian yang tidak hanya terbatas pada pengoperasian program untuk memasukan data, tetapi harus didukung dengan daya kerja yang efisien dan akurat, akan mendapat beberpaa manfaat dengan menggunakan SIMPEG. Manfaat khusus SIMPEG menurut Veitzhal Rivai yaitu :
Manfaat khusus SISDM atau SIMPEG salah satunya adalah untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan rekrutmen, seleksi, pelatihan dan pengembangan dalam rangka memastikan penempatan yang tepat waktu, karyawan-karyawan bermutu ke dalam lowongan-lowongan pekerjaan.
Merujuk pada pendapat di atas penulis mengambil kesimpulan mengenai manfaat dari sistem informasi manajemen kepegawaian sebagai berikut:
1. Pelacakan informasi data seseorang pegawai akan mudah dan cepat
2. Pembuatan laporan yang bersifat rutin dan berkala akan cepat dan mudah dikerjakan
3. Mengetahui gambaran tentang nama-nama pegawai yang akan pensiun di masa datang
4. Mengetahui gambaran tentang nama-nama pegawai yang akan naik pangkat dan mengetahui daftar kenaikan gaji berkala di masa datang
5. Memudahkan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan kepegawaian
6. Mendapatkan informasi tenatng keadaan pegawai yang cepat dan akurat
7. Mengetahui dan merencanakan penyebaran pegawai
8. Merencanakan suatu pekerjaan
9. Merencanakan penerimaan pegawai baru.
Sumber : http://sambasalim.com/manajemen/sistem-informasi-manajemen-kepegawaian.html
Kuliahbersama.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar